Apa Yang Harus Ada Dalam Karya Ilmiah

 Pelatihan Belajar Menulis 

Resume ke 6

Nara Sumber : Noralia Purwa Yunita

Moderator     : Raliyanti      



" Seorang penulis profesional adalah seorang amatir yang tidak berhenti "- Richard Bach

Nara sumber pada pertemuan kali ini dibawakan oleh Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd dan moderator Ibu Raliyanti, kedua duanya ibu cantik. Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd lahir di kudus 12 Juni 1989, bekerja sebagai pengajar di SMP Negeri 9 semarang. Selain sebagai pengajar beliau aktif menulis di blog dan tergabung dalam komunitas sejuta guru ngeblog.
Prestasi yang pernah diraih :
1.Ambassador penerbit innovasi publishing
2. Juara 3 lomba blog nasional pada HUT penerbit YPTD
3. Peraih medali perunggu pada Olimpiade kimia nasional kategori guru
4. Reviewer Indonesian Journal of Business Analytic (IJBA)
5. Penulis artikel populer dalam rubrik Guru Bicara Pendidikan di Majalah Aksioma Bandung

Selain prestasi diatas,  terdapat 21 karya yang sudah dipublikasikan diantaranya beberapa artikel, buku solo, buku antologi, bahan ajar dan lain-lain.

Pada pertemuan kali ini, nara sumber dengan rendah hati menyampaikan tidak mengisi materi tetapi sebatas berbagi pengalaman tentang "Bagaimana cara menulis buku dari karya ilmiah".   

Mengutip wikipedia, pengertian karya tulis ilmiah (KTI) adalah hasil penelitian dan pengembangan, tinjauan, ulasan, kajian, atau pemikiran oleh perseorangan atau kelompok yang disajikan dalam bentuk tertulis dan disusun secara sistimatis serta berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah.

Seorang sarjana lulusan S1 atau S2 tentu sudah pernah membuat karya tulis ilmiah, baik berupa skripsi ataupun tesis, begitu juga guru diberi tuntutan untuk membuat KTI baik berupa PTK, best practice,  artikel ilmiah dll, untuk mendapatkan angka kredit dan syarat kenaikan pangkat. Namun sayang semua karya tulis tersebut setelah digunakan untuk keperluan persidangan untuk memperoleh gelar sarjana atau setelah guru naik pangkat dibiarkan tergeletak begitu saja di rak perpustakaan atau digudang, padahal untuk membuat KTI tersebut tidak sedikit pengorbanan yang dikeluarkan baik  materi,  tenaga, pikiran bahkan waktu berbulan-bulan dalam penggarapannya. 

Menurut narsum, agar karya tulis ilmiah bermanfaat dan dapat dibaca orang banyak serta dapat diperjual belikan, KTI yang telah dibuat dapat dirubah atau dikonversi menjadi buku. caranya adalah :

  1. Rubah judul.  (singkat, padat, namun tidak merubah arti)
  2. Rubah daftar isi
  3. Berikan pengetahuan baru yang terkait dengan isu sekarang.
  4. Menampilkan penelitian terdahulu, tapi jangan terlalu banyak
  5. Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan.
  6. Daftar pustaka  menggunakan blog blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book,,atau karya ilmiah lainnya.  Hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain sebagainya
  7. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan dengan aturan Penerbit
  8. Agar tidak dikatakan self plagiarisme, tulis ulang setiap kalimat yang ada, namun dengan tidak mengubah arti dari kalimat yang ada di KTI asli. 

Ketika dirubah menjadi buku, daftar isi mengikuti pedoman 2W+1H, bab 1 (why) menjelaskan pentingnya penggunaan metode untuk pembelajaran. Bab 2 (apa) menjelaskan karakteristik, ciri khas, dari metode/media/model yang menjadi foklus dalam tulisan. Bab 3,4,5 dan seterusnya (how), menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pem buatan, bagaimana penerapannya. 

Selain trik mengonversi KTI menjadi sebuah buku seperti tersebut diatas, dalam filsafat ilmu ada beberapa unsur karya tulis ilmiah yang harus diperhatikan penulis, yaitu unsur ontologi ilmu, epistimologi ilmu dan aksiologi ilmu. Ontologi mengulas fakta dan kebenaran apa adanya, sifatnya menggali data dan fakta, jadi jika membuat karya ilmiah pastikan untuk memperhatikan ontologi ilmunya terlebih dahulu.  Epistimologi,lebih menonjolkan teori pengetahuan,mencari asal usul, mencari metode dan struktur serta mencari validitas pengetahuan itu sendiri.  Aksiologi menurut KBBI adalah kegunaan ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia, jadi sejauh mana ilmu yang dibuat kebermanfaatannya bagi orang lain. Sesuai hadits riwayat Muslim, memberikan ilmu yang bermanfaat bagi orang lain (diajarkan, diamalkan dan menambah ketaqwaan orang lain) diberi ganjaran  pahala meskipun telah tiada .

Sebagai penutup, jika karya tulis ilmiah ingin di konversikan ke buku ada 8 langkah cara seperti tersebut diatas dengan tetap memperhatikan unsur-unsur karya ilmiah yaitu  ontologi ilmu, epistimologi dan aksiologi ilmu.

Demikian resume ke 6 kali ini, semoga manfaat.



Norliana

Komentar

  1. Informative sekali bun, mantap dech

    BalasHapus
  2. Lengkap skli bubdaa.. Smangat merubah KTI menjadi buku

    BalasHapus
    Balasan
    1. https://yandrinovitasari.blogspot.com/2022/01/menyulap-karya-ilmiah-menjadi-sebuah.html?m=1

      Smoga berkenaan singgah bu 🙏

      Hapus
  3. Balasan
    1. Ya Bu trimaksih .. SDH mncoba semangat sampai malam ...selesai materi langsung cb menggarap resume ...hehe

      Hapus
  4. Semakin mantep bu Norliana.. Keren semangat pantang mundur

    BalasHapus
  5. Tulisan yang keren ....padat isi dan mudah dipahami. Sukses selalu bunda.

    BalasHapus
  6. Tulisan yang padat dan mudah dipahami....keren bunda.

    BalasHapus
  7. Sampe ketemu di resume ke 7 bunda🙏👍

    BalasHapus
  8. Terima kasih telah berkenan berbagi ilmu, Bu.

    BalasHapus
  9. Terima kasih telah memberikan informasi terbaik dalam resumenya. Saya sangat terbantu dengan kata-kata yang telah tersusun dengan rapih.

    Salam Literasi 👍👍

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran Blog dan Youtube Sebagai Media Pembelajaran Guru Inspiratif.

Berprestasi Dengan Menulis