Menulis Sebagai Passion
|
MENULIS
SEBAGAI PASSION |
||
|
Pertemuan
ke |
: |
2 |
|
Tema |
: |
Menulis
Sebagai Passion |
|
Nara
Sumber |
: |
Dra.
Sri sugiasti, M.Pd |
|
Moderator |
: |
Helwiyah |
Pertemuan kedua pelatihan belajar menulis PGRI gelombang 24
mengusung tema "Menjadikan Menulis Sebagai Passion" dengan nara
sumber seorang penulis, editor dan motivator, yaitu ibu Dra. Sri sugiasti, M.Pd
dan moderator ibu helwiyah.
Passion merupakan perasaan semangat luar biasa dan timbul saat seorang
individu melakukan suatu hal. Passion dalam menulis berarti semangat yang
tumbuh ketika menulis.
Bagaimana cara meyakinkan diri sendiri bahwa menulis adalah passion? Rubahlah mindset bahwa menulis adalah
kebutuhan bukan kewajiban, sama halnya seperti mendirikan sholat fardhu (bagi
muslim), sholat adalah kebutuhan bukan lagi sekadar kewajiban, jika dikerjakan dampak
nyata dirasakan membuat hati dan pikiran tenang.
Ketika sesorang ingin menulis maka ada beberapa langkah yang harus
dipersiapkan dalam menulis ( writing preparation), yaitu :
1.
Menggali
dan menemukan gagasan atau ide.
Kegiatan ini
bisa dilakukan melalui pengamatan terhadap kejadian atau peristiwa yang
terjadi, imajinasi dan kajian pustaka dan untuk mempermudah proses penemuan
ide, cara efektif yang digunakan adalah melalui brainstorming, yaitu banyak
mengingat hal yang akan
memicu/mengguncang otak/pikiran untuk menimbulkan ide menulis , diantaranya menghidupkan
mind mapping dengan membaca buku buku lama, mengambil photo album kenangan,
mengajak sahabat kecil duduk bareng menceritakan masa kecil itu salah satu cara
membangkitkan /merefresh otak agar menemukan ide dalam menulis .
2.
Menentukan
tujuan, genre dan segmen pembaca.
Sasaran pembaca
menjadi bahan pertimbangan penting dalam menentukan warna tulisan, selain itu
pastikan tulisan yang dihasilkan akan marketable. Caranya buka goggle trend
buku apa yang dibutuhkan pembaca saat ini, silahkan menulis dan yakini buku yang ditulis itu takdirnya akan baik.
3.
Menentuka
topic.
Misalnya menulis
untuk memberikan informasi yang benar tentang kesehatan, genrenya tulisan popular,
jika sasarannya orang tua maka topiknya " sehat di usia senja".
4.
Membuat
outline.
Outline
merupakan bentuk kerangka tulisan. Kerangka
tersebut menunjukkan gambaran materi yang akan ditulis. Karakteristik outline
yang baik memiliki kesederajatan yang logis, kesetaraan struktur, keterpaduan
dan penekanan.
5.
Mengumpulkan
bahan atau materi /buku.
Menulis berbanding
lurus dengan kegiatan membaca, Penulis wajib membaca banyak buku untuk memperkaya
perspektif dan referensi, dalam Al-qur'an ayat yang pertama diturunkan oleh
allah SWT adalah ayat yang memerintahkan nabi Muhammad SAW untuk membaca :
iqra'.
Dalam proses menulis perlu kesabaran, ketekunan, tulislah semampunya
dan jangan terlalu idealis. Setelah menyelesaikan naskah kasar maka langkah
selanjutnya adalah editing, revising dan publishing. Editing yaitu membaca
ulang dan menyempurnakan draft, revising yaitu mengubah beberapa bagian naskah,
melengkapi dan mengevaluasi untuk menihilkan kesalahan tulis, terakhir publishing
yaitu pengiriman naskah, pracetak (perwajahan buku, tata letak, ISBN, proof
reading), pencetakan , promosi dan distribusi.
Demikian hasil resume pertemuan 2 semoga manfaat …aamiin
NORLIANA
Tulisan yang rapi.
BalasHapusSemngat terus menulis . Bunda
Menulis perlu kesabaran, saya Suka dg kata-kata ini. Tetap semangat bunda..
BalasHapusSalam Literasi
Terimaksih pa SDH mengunjungi blog kami
HapusWah ,mantap bu
BalasHapusTerimaksih Bu Rusmana
HapusSemangat bundaa
BalasHapusTerimaksih Bu supportny
HapusMantap
BalasHapusTrimaksih pa
HapusTerimaksih pa
Hapus"Menulis harus dengan penuh Kesabaran ". Sebagai penulis pemula tekunlah dalam proses menulis . Daripada berfokus pada kesempurnaan ataupun idealisme, hendaknya kita mencoba untuk terus menulis semampunya disertai dengan konsistensi Maka kita akan memetik hasilnya
BalasHapuscakep dan mantap.